
Dalam dunia perpolitikan yang semakin kompleks, isu politik uang menjadi sorotan utama. Belum lama ini, Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Alauddin Makassar mengeluarkan pernyataan tegas meminta mahasiswa untuk menolak praktik politik uang. Tindakan ini tidak hanya penting, tetapi juga krusial untuk menciptakan lingkungan akademik yang bersih dan berintegritas.
Mengapa Politik Uang Berbahaya?
Politik uang sering kali dianggap sebagai salah satu penyebab utama korupsi. Ketika praktik ini mengakar, suara mahasiswa dapat dengan mudah dibeli, sehingga mengaburkan prinsip demokrasi. Hal ini tentu saja merugikan banyak pihak. Mahasiswa sebagai agen perubahan seharusnya menolak segala bentuk tawaran yang dapat mengurangi kredibilitas mereka.
Seruan dari Presma
Dalam pernyataannya, Presma UIN Alauddin Makassar menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki integritas. “Kita harus menolak semua bentuk politik uang. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Presma. Dengan sikap tegas ini, mahasiswa diajak untuk lebih cerdas dalam memilih pemimpin yang berkualitas, bukan yang hanya mengandalkan materi.
Dampak Positif
Menolak politik uang bukan hanya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Ketika mahasiswa bersatu dalam menolak praktik ini, mereka akan menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk perubahan yang lebih baik. Selain itu, sikap ini dapat mendorong pemimpin masa depan untuk lebih mengedepankan visi dan misi yang jelas, bukan sekadar janji kosong.
Kesimpulan
Dengan demikian, seruan Presma UIN Alauddin Makassar untuk menolak politik uang adalah langkah yang sangat penting. Mari kita dukung gerakan ini demi terciptanya lingkungan akademik yang bersih dan berintegritas. Bersama-sama, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik, di mana suara mahasiswa tidak dapat dibeli.